Bolamas88 TIKIQQ kasQQGoldenQQ

Senin, 27 Maret 2017

FUI Kembali Akan Menggelar Aksi 313 Dan Tidak Menutup Kemungkinan Aksi 414 Juga Akan Menyusul

FUI Kembali Akan Menggelar Aksi 313 Dan Tidak Menutup Kemungkinan Aksi 414 Juga Akan Menyusul
Aksi 313 yang akan di gelar oleh FUI

Majalah Online, Jakarta - Benar saja apa yang saya duga, sebagian masyarakat bumi datar akan kembali menggelar aksi damai lanjutan, seperti di Film/Sinetron saja ada episode episode nya segala. Seperti biasanya aksi akan tetap lanjut di gelar apabila Ahok belum di penjara atau kalah di pilkada DKI Jakarta. Setelah sebelumnya merencanakan aksi "Tamasya Al-Maidah", kali ini FUI akan kembali menggelar dengan judul aksi 313 dan tidak menutup kemungkinan akan ada aksi 414 dengan tuntutan yang sama dengan aksi aksi sebelumnya.

Forum Umat Islam (FUI) bersama jajaran alumni aksi 212 akan kembali menggelar aksi 313 pada jumat 31 maret mendatang. Mereka menuntut Presiden Jokowi memberhentikan Gubernur DKI Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disapa Ahok.

"Kita mulai shalat jumat di Mesjid Istiqal Jakarta, kemudian jalan kaki ke Monas dan depan Istana Merdeka" ujar Sekjen FUI, Muhammad Al-Khaththath, pada saat di komfirmasi, senin (27/3/2017).

Tuntutannya seperti biasa, masih sama dengan tuntutan aksi sebelumnya yakni menuntut terdakwa kasus penistaan agama diberhentikan.

"Meminta kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar sesuai denga undang-undang memberhentikan terdakwa kasus penistaan agama Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok" katanya.

Ia juga menuturkan aksi tersebut akan berlangsung damai dan akan berhenti setelah di terima oleh pihak istana. Pokoknya kita kalau sudah di terima oleh pihak Istana dan ada pembicaraan yang baik ya kita akan pulang" pungkasnya.

Berita ini semakin memperjelas bahwa ternyata kubu umat islam ini semakin panik karena dari aksi aksi sebelumnya yang menuntut pemberhentian Gubernur DKI Jakarta tidak ada hasil sama sekali hingga kini dan tuntutannya pun bisa dibilang sudah basi dan ternyata penjelasan pihak Kaporli, proses persidangan Ahok dan prosedur hukum yang lain tidak cukup untuk membuat mereka mengerti tentang persoalan ini bukan semata mata tentang penistaan agama dan pemberhentian Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Indonesia itu adalah Negara hukum, segala sesuatu itu ada prosedur dan hukumnya, tidak semudah membalikkan telapak tangan apabila kita akan memberhentikan seseorang dari jabatannya sebagai seorang Gubernur dan juga begitu pun tidak bisa memenjarakan seseorang tanpa bukti yang kuat dan melalui proses persidangan yang rumit. Apa mungkin para alumni aksi aksi sebelumnya tidak mengerti aturan hukum yang ada di negara ini atau memang ada kekuatan yang menggerakkan mereka untuk kembali melakukan aksi aksi tersebut dalam rangka menggagalkan Ahok untuk menang di Pilkada DKI Jakarta Putaran kedua nanti.

Posis paslon nomor urut 2 Ahok Djarot memang sedang diatas angin, disaat kubu Anies-Sandi yang kini sedang terlilit masalah hukum, Kubu Ahok-Djarot justru semakin dicintai dan disukai oleh masyarakat. Peluang Ahok untuk bebas dari jeratan hukum penistaan agama juga semakin besar, fakta ini membuat Ahok memilikki peluang yang sangat besar untuk memenangkan pilkada DKI Jakarta putaran kedua nanti.

Terlebih ada kesaksian dari seorang ulama NU yang bernama Kyai Ahmad Ishomudin dan kesaksiannya itu tentu sangat berarti untuk Ahok karena beliau bukan orang sembarangan dan memang sudah teruji keilmuannya tentang agama. berkat kedalaman ilmu agamanya beliau diangkat menjadi Rois Syuriah PBNU Termuda.

Kesaksian Kyai Ahmad Ishomudin jelas sekali menampar sekelompok umat islam yang sebelumnya berteriak lantang bahwa Ahok harus dipenjara karena Ahok telah menistai agama islam , Ahok harus dibunuh serta ucapan ucapan sadis lainnya.

Kesaksian Kyai Ahmad Ishomudin telah membuat FPI, MUI dan FUI ketar ketir dan propaganda mereka seolah di putarbalikan oleh seorang intelektual muda NU.

Mereka pun kembali menunjukkan mental premannya, mereka mencaci maki dan memfitnah Kyai Ahmad Ishomudin telah dibayar oleh pihak Ahok dan mengatakannya sebagai Kyai bayaran, Kyai Fasig, dan yang lain. MUI bahkan sampai harus memecat beliau dari pengurus MUI.

Mereka sendiri tentu tidak akan menempuh jalan debat dengan Kyai Ahmad Ishomudin sendiri karena sudah jelas pasti akan kalah dalam debat jadi jalan satu satunya adalah dengan menghina dan mencaci maki Kyai Ahmad Ishomudin.

Kesaksian Kyai Ahmad Ishomudin telah membuat sebagian besar masyarakat muslin khususnya NU menyadari bahwa kasus Ahok adalah murni kepentingan politik. Banyak masyarakat muslim yang tiba tiba mengikuti pendapatnya dan menjadi penggemarnya. Banyak masyarakat muslim yang menyesal setelah melakukan aksi aksi sebelumnya.

Fakta ini jelas membuat FUI sebagai ormas terdepan penyelenggara aksi kebakaran jenggot. bahkan banyak alumni alumni aksi yang terperngaruh oleh kesaksian Kyai Ahmad Ishomudin.

Agar bisa menarik kembali masyarakat muslim yang terpengaruh kesaksian Kyai Ahmad Ishomudin, FUI kembali merencanakan aksi untuk men-“charge” ingatan umat Islam tentang aksi bela Islam. FUI ingin menggerakkan masyarakat muslim untuk kembali meneruskan misi aksi-aksi sebelumnya yaitu menuntut Ahok segera dipenjara.

Namun saya prediksi, aksi 313 yang akan diselenggarakan oleh FUI tidak akan sebesar aksi-aksi sebelumnya. Banyak alumni aksi-aksi sebelumnya yang sudah jengah dan bosan dengan aksi-aksi. Mereka banyak yang menyadari bahwa aksi tersebut tidak ada menfaatnya. Tujuannya pun tidak jelas dan semakin jauh dengan nilai-nilai Islam.

Sumber : https://seword.com/umum/ketar-ketir-panik-fui-akan-menggelar-aksi-313
Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3457669/fui-tuntut-ahok-diberhentikan-alumni-212-gelar-aksi-313

WWW.GOLDENQQ.COM
Bandar Poker Online, Agen Poker Online, Poker Online Terpercaya, Poker Uang Asli, Agen BandarQ OnlineAgen BandarQ, Agen Domino Online
Share:

1 komentar:

About us

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About us

Copyright © Majalah Online | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com