Bolamas88 TIKIQQ kasQQGoldenQQ

Senin, 19 Juni 2017

Sindiran Pedas Panglima TNI Gatot Nurmantyo : Jangan Kita Ikuti "Ulama" Yang Bersorban Tapi Memecah Belah NKRI

Sindiran Pedas Panglima TNI Gatot Nurmantyo  : Jangan Kita Ikuti "Ulama" Yang Bersorban Tapi Memecah Belah NKRI
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

MajalahOnline.Club - Pesan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dan juga seluruh komponen bangsa agar tidak mengikuti ulama yang menginginkan agar bangsa Indonesia mengalamin perpecahan.

"Kalau ada yang mencoba memecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian seorang ulama, pasti dia bukan ulama yang sesungguhnya. Oleh karenanya jangan kita ikuti" kata Panglima TNI saat berbuka puasa bersama dengan Muspida Kota Tarakan dan juga 1.000 anak-anak yatim serta 4.000 prajurit di Islamic Center Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (18/6) demikian yang dikutip Antara.

Meskipun, orang itu berembel-embel kiai atau ulama sekalipun, namun bila dia menginginkan adanya perpecahan di Indonesia berarti orang itu sudah pasti bukan orang Islam asal Indonesia atau orang Indonesia yang belajar Islam di luar negri dan harus di hindari serta dilaporkan ke pihak yang berwajib.

"Jadi kalau ada orang yang bersorban mengaku ulama ataupun kiai sekalipun, akan tetapi selalu berbicara soal memecah belah bangsa, sudap pasti dia bukan kiai dari Indonesia atau orang tersebut belajar Islam dari luar negri" katanya.
Baca Juga : Di Indonesia Jadi DPO, Tapi Di Arab Saudi Habib Rizieg Malah Santai Dan Bertemu Dengan Para Politisi
Umat Islam atau kiai asal Indonesia tidak menginginkan adanya perpecahan dalam bangsa ini, bahkan para ulama dan kiai bersama dengan rakyat bersama-sama untuk merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah pada jaman dulu.

"Sejarah kermerdekaan Indonesia, bahwa yang memerdekakan Indonesia bukan TNI. Yang berjuang untuk kemerdekaan adalah rakyat Indonesia yang mayoritas rakyatnya beragama muslim. Kalau ada yang ingin memecah belah bangsa, apalagi ingin merusak Pancasila berarti dia ulama palsu. Dalam hadits disebutkan seorang yang mukmin tidak boleh mencaci maki dan mengadu domba" ujar panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI mengaku senang dengan perolehan hasil survei bahwa TNI mendapatkan kepercayaan tertinggi dari masyarakat Indonesia.

"Bagi TNI ini bukan prestasi luar biasa, tetapi kewajiban prajurit. TNI harus selalu dekat dengan rakyat," ucap mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Kedatangan Panglima TNI di Tarakan juga untuk menghadiri acara Launching Trilateral Maritime Patrol (TMP) antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, di Lantamal XIII pada Senin (19/6).

Ketiga Menhan yakni Menhan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu, Menhan Malaysia Datuk Seri Hismammudin Hussein dan Menhan Filipina Delfin Lorenzana, dengan menyertakan para panglimanya juga menghadiri acara itu.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/panglima-tni-jangan-ikuti-ulama-bersorban-tapi-pecah-belah-nkri.html

Editor : Tim MajalahOnline.Club





WWW.GOLDENQQ.COM
Bandar Poker Online, Agen Poker Online, Poker Online Terpercaya, Poker Uang Asli, Agen BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino Online
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

About us

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About us

Copyright © Majalah Online | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com